Konsep Diri Positif Pada Anak Usia Dini

Alhamdulillah kita sudah memasuki tahun baru hijriyah 1441 ya Ayah, Bunda...
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya untuk kita, aamiin...

Ayah, Bunda hebat kebanggaan anak-anak solih/solihah, seperti yang kita ketahui bersama bahwa saat membahas mengenai konsep diri, hal yang akan terlintas pada diri kita adalah bagaimana pandangan kita terhadap diri masing masing. Namun, tak banyak dari kita yang mampu memandang dirinya selalu dalam keadaan baik atau positif. Banyak sekali faktor yang memengaruhi kondisi tersebut dialami oleh setiap individu. Mulai dari faktor dirinya sendiri hingga keberadaan orang orang sekitarnya dapat menumbuhkan pandangan tersebut. Kemudian, jika boleh memilih tentunya pembaca akan memilih yang positif bukan?
Konsep diri adalah persepsi seorang terhadap dirinya sendiri. Idealnya konsep diri dibangun sejak manusia dilahirkan. Ia terbentuk melalui pengalaman, interkasi dengan lingkungan, serta pengaruh dari sosok yang dianggap penting. Konsep diri sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang dalam menjalani hidupnya.

Nah, lantas bagaimana membangun konsep diri positif pada anak? 
Sebelumnya mari Ayah dan Bunda pahami betul apa itu konsep diri. Konsep diri, secara umum terbagi atas 3 hal berikut:

1. Ideal Diri (Self Ideal)
Ideal diri ini merupakan gambaran seseorang yang selalu memperlihatkan kepercayaan diri, keberanian, ketekuan, kesabaran, upaya yang luar biasa, serta pikiran positif. Hal itu kemudian membentuk diri ideal seseorang. Yang perlu diperhatikan adalah dalam membentuk dan memilih sosok yang menjadi contoh dalam menumbuhkan kepribadian diri kita. Sebagai antisipasi jika anak cenderung salah mengidolakan sosok yang dijadikan patokan idealnya sebuah kepribadian. Untuk itu peran orang tua dalam hal ini sangat penting agar anak tidak salah menetukan arah perkembangan diri dan pertumbuhan karakter serta kepribadian.

2. Citra Diri (Self Image)
Citra diri merupakan cara seseorang dalam melihat dan berpikir mengenai dirinya. Citra diri adalah cermin diri. Sederhananya adalah "Apa yang kamu pikirkan mengenai dirimu?". Apakah akan meninggalkan kesan cerdas, percaya diri, rajin, menarik, menyenangkan? atau sebaliknya.
Saat seseorang melihat dirinya percaya diri, maka ia akan bertindak percaya diri. Saat seseorang melihat dirinya pemalas, maka ia akan bertindak pemalas. Begitu seterusnya sesuai dengan pandangannya sendiri. Citra diri merupakan komponen konsep diri yang paling penting dalam mensukseskan diri. Karena kemajuan diri akan mempercepat laju kemajuan pada diri seseorang. jadi inget pernah ada seseorang billing bah Japan adalah cerminan, ucapan adalah doa? pernah bukan? maka dari itulah kita dilatih supaya selalu menanamkan citra diri yang positif.

3. Harga Diri (Self Esteem)
Harga diri merupakan hasil perbandingan antara ideal diri dengan citra diri. Semakin citra diri sejalan atau mendekati idealnya, maka akan menumbuhkan harga diri yang tinggi. Semakin banyak pikiran positif mengerumuni pikiran seseorang, dan hal itu akan memacu semangat, antusiasme, dan motivasi diri yang tinggi.

Kosep diri bisa diubah dan dibangun kembali, selama individu yang bersangkutan memiliki komitmen yang kuat serta dukungan lingkungan yang baik akan terwujud kehidupan baik. Berikut adalah kiat membangun konsep diri pada anak usia dini.

Dalam konsep diri bukanlah bawaan sejak lahir, melainkan hasil dari belejar. saat manusia mengenal lingkungan hidupnya, ketika itu pula dia belajar berbagai hal mengenai kehidupan berdasarkan pengalaman hidupnya, seseorang individu akan menetapkan konsep dirinya berdasarkan berbagai macam faktor.

Menurut Hurlock seorang psikolog, faktor-faktor tersebut ialah bentuk tubuh, cacat tubuh, pakaian, nama, dan julukannya. intelegensi, cita-cita, emosi, jenissekolah, status sosial, ekonomi keluarga, dan tokoh yang berpengaruh, jika berbagai faktor tersebut cenderung menimbulkan perasaan yang positif "bangga", senang, maka muncullah akan konsep diri yang POSITIF. pada masa anak-anak seseorang individu umumnya cenderung menganggap benar apa saja yang dikatakan oleh orang lain. ketika sering anak merasa dia diterima, dihargai, dan dicintai maka anak tersebut akan menerima, menghargai, dan juga mencintai dirinya 'berkonsep diri yang positif" dan sebaliknya tika orang-orang yang berpengaruh disekelilingnya 'orang tua, guru, orang dewasa, temannya, dll ternyata meremehkan, merendahkannya, mempermalukannya, dan juga menolaknya, maka pengalaman itu akan disikapi dengan negative, maka akan "memunculkan konsep diri yang NEGATIF ". 

Langkah apa yang bisa kita terapkan untuk membangun konsep diri yang Positif kepada anak-anak?
ada beberapa Langkah yang bisa Ayah Bunda lakukan yaitu:

1. Mengajari anak menghargai diri sendiri
Pola asuh orang tua berperan besar dalam menentukan konsep diri anak. Perasaan dicintai dan dihargai akan mebuat seseorang percaya diri. Terlebih jika hal itu diajarkan oleh orang tua yang menjadi model utama bagi anak karena ke intens an nya dalam bertemu.

2. Menghindari membandingkan anak dengan orang lain
Setiap orang dilahirkan memiliki perbedaan. Tidak ada di dunia ini manusia yang mirip dalam segala hal. Bahkan anak kembar sekalipun mereka masih memiliki perbedaan. Untuk itu jangan sampai kita membandingkan apa yang dimiliki anak dengan anak lainnya. Hal itu justru akan menjadikan anak tidak percaya akan apa yang dimilikinya.

3. Menggali potensi anak
Solusi agar tidak mudah membanding bandingkan anak, sikap ini dapat dijadikan alternatif. Dengan menggali potensi anak, kita akan tahu seberapa kemampuan anak kemudian akan mengarahkannya kepada hal yang disukainya.

Membangun konsep diri pada anak sebenarnya mudah. Tergantung kepada komitmen orang tua untuk membiasakan hal positif melalui ucapan atau perilaku. Kemudian hasilnya kita serahkan pada Yang Maha Kuasa.
Baiklah Ayah, Bunda yang dirahmati Allah begitulah sharing mengenai konsep diri kali ini.  Di tangan Ayah dan Bunda sekalianlah bagaimana konsep diri anak kesayangan Ayah dan Bunda akan terbentuk, sebab bagaimanapun juga rumah adalah lingkungan pertama bagi mereka. Mari terus kita bersinergi demi membangun konsep diri yang positif untuk anak- nak kita. Membangun komunikasi yang produktif, komunikasi yang positif pula dengan orang-orang seminar anak kita, baik guru, teman, orang yang di rumah yang dekat dengan anak-anak kita, dan satu hal yang pasti adalah menghargai setiap apa yang dikaryakan dan dihasilkan oleh anak-anak sekecil apapun  karena dari hal itulah nanti akan tumbuh rasa percaya diri mereka.

#dari berbagai sumber

Salam Bahagia 
Menuju Generasi Qur'ani

@ynurnita_


Komentar

Postingan Populer